Kamis, 28 Juni 2007

PENIPUAN JUAL-BELI MOBIL

Saya membaca iklan jual mobil Mercedez di harian Kompas yang mencantumkan lamat dan no HP. Saya menghubungi no HP tersebut, dan dijawab oleh seorang Laki-laki yang mengaku bernama Bpk. Ilham. Tutur kata sopan dan lembut, saya menanyakan mobil yang di iklankan dan beliau mengatakan bahwa mobilnya sudah laku seharga Rp 380 juta, tetapi belum di kasih uang muka dan calon pembelinya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. (pasaran untuk mobil Mercedes C 200 tahun 2001 sekitar Rp 425-450 juta).

Beliau menjelaskan kepada saya bahwa mobilnya sangat bagus, dan menyarankan akan menjual kepada siapa saja yang lebih dulu memberikan uang muka, dia menyarankan kalau saya berminat silahkan transfer uang muka dulu Rp 5 juta, setelah itu bukti transfer agar di fax ke rumahnya dan nanti kalau si calon pembeli pertama datang dia akan mengatakan sudah laku.

Beliau mengatakan istrinya punya rekening BCA dan kemudian pura-pura memanggil istrinya dan memberikan no rekening BCAnya kepada saya. Saya menanyakan alamat rumahnya, beliau menjawab di Taman Juanda Estate Blok R no. 2 dan menjelaskan lokasinya ada di cibubur setelah kota wisata.

Dengan tutur katanya yang baik, beliau menjanjikan akan mengembalikan uang muka yang sudah saya bayar jika setelah melihat mobilnya saya tidak setuju.

Akhirnya karena terpengaruh oleh kata-katanya yang kelihatan baik dan sopan, saya mentransfer sejumlah Rp 5 juta. satu menit setelah saya transfer saya coba menghubungi HPnya, ternyata HP tersebut langsung dimatikan dan sudah tidak dapat dihubungi lagi. Saya sadar telah tertipu, saya menghubungi BCA dan meminta untuk membatalkan transaksi transfer tersebut, tetapi oleh petugas BCA transfer yang sudah dilaksanakan tidak dapat dibatalkan, kecuali jika ada surat kepolisian yang ditanda tangani oleh Kepala Kepolisian setempat. Hal ini sangatlah tidak mungkin untuk segera dilakukan (lagi pula berapa biaya yg harus saya bayar untuk minta tanda tangan seorang kepala polisi), saya cari tahu no rekening dari nama istri Bpk. Ilham, ternyata no tersebut adalah cabang Garut. Saya menghubungi BCA Garut, dan dijawab oleh Customer servicenya, bahwa uang yang baru ditransfer telah di tarik melalui ATM.

Demikian pengalaman saya agar dapat dijadikan pelajaran bagi para calon pembeli mobil bekas. Saya seringkali memperhatikan bahwa penipuan ini terus berlangsung (hampir setiap minggu iklan seperti ini terpasang di harian kompas, ciri2nya menggunakan no telp rumah yang palsu, tidak dapat dihubungi dan selalu beralamat di sekitar cikarang, bekasi, cibubur, cibitung) khususnya untuk iklan jual mobil Mercedez dan BMW.

0 komentar: