Kamis, 28 Juni 2007

WASPADA BENGKEL KAWASAN PUNCAK

Bengkel Kawasan Puncak

By NN - Puncak. Seperti biasanya pada hari libur, pasti macet. Setelah melewati daerah Puncak Pass, tiba tiba ada orang menunjuk-nunjuk ke arah ban mobil kami, sambil berteriak: "Mobil nya terbakar". Mendengar teriakan tersebut, kamipun menepi dan melihat memang ada asap keluar dari sekitar roda mobil.

Dan tepat di tempat kami berhenti ada sebuah bengkel mobil sederhana di pinggir jalan dengan merek "BENGKEL TESEE". Lalu kami meminta montir bengkel tersebut untuk memeriksa keadaan ban mobil kami.

Setelah diperiksa, menurut montir tersebut harga ganti karet rem dan canvas rem seharga Rp.400.000 ( 4 kali lipat dari harga di Jakarta). Dengan nada yang menakuti-nakuti, montir tersebut bilang bahwa "canvas remnya sudah jadi arang".

Kami tidak kehilangan akal, kami hubungi bengkel langganan kami di Jakarta, secara spontan mereka bilang bahwa kami sedang dikerjain oleh orang-orang tersebut dan minta supaya karet dan canvas yang sudah dilepas segera dipasang kembali.

Namun pada saat memasang canvas rem, kami perhatikan kok dioles dengan minyak rem. Alhasil kami hanya mengeluarkan uang Rp.35.000 untuk biaya bongkar pasang dan beli minyak rem.

Setelah semuanya terpasang, montir yang berada di dalam mobil kami diminta oleh rekannya untuk mencoba rem, takut blong, namun kami ingin mencobanya sendiri dan ternyata tidak blong.

Sekali lagi montir tersebut menakut-nakuti kami: katanya: "Saya tidak bertanggung jawab lho kalo nanti ada apa-apa di jalan".

Ini sempat membuat kami shock, dan hanya berani mengendari mobil dengan kecepatan 50-60km/jam di Jalan Tol.

Di bengkel tersebut kami sempat ngobrol dengan salah satu Ibu yang mengalami kejadian yang sama dan Ibu tersebut membayar sekitar Rp. 190.000,-. untuk karet rem saja.

Setelah tiba di Jakarta kami langsung ke bengkel, ternyata tidak ada yang rusak pada karet ataupun canvas rem tersebut. Setelah mendapat penjelasan yang pasti, kami pun yakin bahwa kami dikerjain oleh orang-orang bengkel di Puncak Pass dengan kronologi sebagai berikut :

1. Setelah berjalan jauh dan macet, tentunya sering menginjak rem dan mengakibatkan canvas rem menjadi sangat panas, terutama setelah puncak atau turunan dalam kecepatan tinggi dan sering menginjak rem.

2. Setelah melewati Puncak Pass, ada orang yang sengaja menyiram ban mobil dengan air/oli, sehingga asap mengepul.

3. Ada orang yang dipasang oleh pihak bengkel jahat tersebut, untuk berteriak bahwa mobil kami terbakar.

4. Tepat dimana kami berhenti, di situ ada bengkel mobil pinggir jalan.

5. Lokasi penipuan ini biasanya terjadi pada turunan setelah puncak pass ke arah Cipanas.

0 komentar: